Cara Menghitung Ongkos Kirim Cargo Berdasarkan Berat dan Volume

Dalam dunia logistik dan pengiriman barang skala besar, memahami cara menghitung ongkos kirim cargo sangat penting agar bisa memperkirakan biaya secara akurat. Baik untuk kebutuhan bisnis, distribusi barang, maupun pengiriman proyek, perhitungan ongkir cargo umumnya didasarkan pada berat aktual dan berat volume (volumetrik).

Lalu, bagaimana cara menghitung ongkos kirim cargo berdasarkan berat dan volume? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Ongkos Kirim Cargo?

Ongkos kirim cargo adalah biaya pengiriman barang dalam jumlah besar atau berat tertentu melalui jalur darat, laut, maupun udara. Berbeda dengan pengiriman reguler, cargo biasanya digunakan untuk:

  • Barang dalam jumlah besar
  • Barang dengan berat di atas batas minimum (misalnya 10 kg, 50 kg, atau 100 kg)
  • Barang proyek, mesin, atau kebutuhan industri

Perusahaan ekspedisi seperti BTB Trans menyediakan layanan pengiriman cargo profesional dengan sistem perhitungan yang transparan dan kompetitif.

Faktor Penentu Ongkos Kirim Cargo

Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi biaya pengiriman cargo:

  1. Berat Aktual (Actual Weight)
  2. Berat Volume (Volumetric Weight)
  3. Jarak dan tujuan pengiriman
  4. Jenis layanan (darat, laut, udara)
  5. Jenis barang (umum, fragile, heavy equipment, dll.)

Namun, yang paling menentukan adalah berat aktual dan berat volume.

1. Cara Menghitung Berdasarkan Berat Aktual

Berat aktual adalah berat asli barang yang ditimbang menggunakan timbangan.

Rumus:

Ongkir = Berat Aktual (kg) × Tarif per kg

Contoh:

  • Berat barang: 120 kg
  • Tarif cargo: Rp5.000/kg

Maka:
120 kg × Rp5.000 = Rp600.000

2. Cara Menghitung Berdasarkan Berat Volume (Volumetrik)

Berat volume digunakan ketika ukuran barang besar tetapi bobotnya ringan. Dalam sistem cargo, pihak ekspedisi akan membandingkan berat aktual dan berat volume lalu menggunakan angka yang lebih besar sebagai dasar perhitungan.

Rumus Berat Volume:

  • Cargo Darat & Laut:

(Panjang × Lebar × Tinggi) / 4.000

  • Cargo Udara:

(Panjang × Lebar × Tinggi) / 6.000

Keterangan: Satuan dalam sentimeter (cm).

Contoh Perhitungan:

Ukuran barang:

  • Panjang: 100 cm
  • Lebar: 80 cm
  • Tinggi: 60 cm

Maka:

100 × 80 × 60 = 480.000

Jika cargo darat:

480.000 / 4.000 = 120 kg

Jika cargo udara:

480.000 / 6.000 = 80 kg

Jika berat aktual hanya 70 kg, maka:

  • Cargo darat akan dihitung 120 kg
  • Cargo udara akan dihitung 80 kg

Karena sistem menggunakan berat terbesar antara aktual dan volumetrik.

Tips Menghemat Ongkos Kirim Cargo

  1. Gunakan packing yang efisien agar volume tidak membengkak
  2. Konsolidasikan pengiriman dalam jumlah besar
  3. Pilih jenis cargo sesuai kebutuhan waktu
  4. Konsultasikan estimasi biaya sebelum kirim

Dengan perhitungan yang tepat, Anda bisa menghindari biaya tak terduga.

Mengapa Memilih BTB Trans untuk Pengiriman Cargo?

Sebagai perusahaan yang berfokus pada layanan ekspedisi cargo, BTB Trans menawarkan:

  1. Perhitungan ongkir transparan
  2. Pengiriman skala bisnis & proyek
  3. Tim profesional dan responsif
  4. Jangkauan pengiriman luas
  5. Terdapat pilihan pengiriman combine yang lebih murah

BTB Trans memahami bahwa setiap pengiriman memiliki kebutuhan berbeda. Oleh karena itu, estimasi biaya dilakukan secara detail berdasarkan berat aktual, volume, serta tujuan pengiriman.

Jika Anda membutuhkan layanan cargo yang aman, tepat waktu, dan kompetitif, BTB Trans siap menjadi partner logistik terpercaya Anda.

#caramenghitungongkoskirimcargo #rumusberatvolumecargo #ekspedisicargomurah #jasapengirimanbarangbesar #BTBTrans #cargo #trucking

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top